![]() |
| sumber: http://www.annida-online.com/ |
Untuk itulah, kali ini penulis ingin membahas pemikiran penulis tentang orang yang suka menunda seuatu. Tak afdol rasanya jika kita mengomentari sesuatu tanpa mengutip ahli ataupun mengutip sejarah. Namun sayangnya di sini penulis terlalu malas untuk melakukannya. HA HA HA
Jadi tulisan ini hanya sekedar sharing tentang pikiran subjektif penulis saja.
Apakah sahabat di rumah menyadari bahwa di dalam kehidupan kita ini kita sering sekali menunda seuatu. Menunda ibadah, menunda perintah dari ibu, menunda ketika berangkat les, dan menunda hal-hal yang lainnya. Di sisi lain kita lebih tepat waktu jika ada kencan, pekerjaan, meeting kantor, atau ketika kita akan menghadiri upacar pernikahan kita mungkin.
Penulis sendiri memiliki suatu kebiasaan di mana penulis hanya bisa bangun pagi jika saat pagi hari penulis memang mempunyai acara yang penting. Apakah itu waktu MOS, atau pada pagi harinya ada pekerjaan. Namun penulis akan selalu bangun terlambat jika penulis ingin sholat subuh tepat waktu, membantu orang tua, atau joging pagi-pagi. Dan dari hal tersebut penulis menyadari bahwa dalam diri penulis tidak ada yang salah. Penulis hanya mengikuti apa yang dikatakan otak penulis. Di mana penulis secara sadar maupun tidak sadar akan membagi perkara atau kegiatan penulis menjadi 2 kategori:
1. Urusan yang Penting
Bagi penulis urusan yang jika penulis terlambat akan menyebabkan suatu masalah bagi orang lain merupakan sesuatu yang penting tanpa pengecualian. Oleh karena itu penulis akan selalu berfikir dalam diri penulis bahwa penulis harus bangun pagi. Dan benar saja. Biasanya tanpa alarm pun penulis bisa bangun pagi.
2. Urusan yang TIDAK Penting
Yang kedua merupakan urusan yang menurut penulis tidak penting. Contohnya adalah Sholat Subuh. Wait......, Solat adalah hal utama dan pastilah penting bukan. Namun seberapa pun penulis berusaha menanamkan bahwa Solat itu penting, akan tetapi dalam lubuk hati penulis tetap berfikiran bahwa terlambat tak apa-apa, karena hal tersebut hanya mempengaruhi kehidupan penulis, dan akibatnya belum terlihat
Jadi apakah inti dari kebiasaan tidur penulis dengan menunda-nunda pekerjaan? Intinya cukup simpel. Menurut penulis, salah satu hal yang menyebabkan kita menunda pekerjaan adalah kita menganggap bahwa pekerjaan tersebut tidak terlalu penting, atau tingkat kepentingannya kurang. Contohnya: jika teman sahabat terlambat menghadiri rapat karena alasan mencuci baju, berarti teman sahabat menganggap mencuci baju lebih penting.
Jadi jika sahabat ingin berhenti menunda-nunda suatu pekerjaan mulailah dengan menghargai setiap pekerjaan dan anggaplah pekerjaan tersbut penting. Karena dengan menganggap hal tersbut penting hasil yang sahabat dapatkan tentulah lebih maksimal, dan pada akhirnya sahabat akan mulai menghentikan kegiatan menunda-nunda.
Sebuah contoh nyata yang lain. Jepang merupakan negara maju yang tidak sukan menunda-nunda sesuatu. Dan menurut penulis hal itu karena masyarakat Jepang selalu menghargai dan menganggap penting segala hal yang ia kerjakan. Mulai dari hal konyol sampai hal yang besar. Saya tidak menyuruh agar kita menjadi orang Jepang, namun kita tentu dapat mencontoh hal positif dari mereka.
Salah anekacerita :D
