![]() |
| Logo Aneka Cerita |
Siapasih Aku?
Kenapa Aku membuat website ini?
Apakah aku sepintar itu untuk menilai orang lain?
Apakah aku pantas menilai orang lain?
Apakah diriku sudah sehebat itu?
Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang berkecamuk di dalam pikiranku sebelum aku memutuskan untuk membuat website ini. Seorang kawanku pernah berkata bahwa "Kita tak punya hak menjudge orang lain, jika kita tak pernah menjalani hal yang sama dengan orang tersebut". Sedikit banyak aku setuju tentang hal tersebut. Karena memang jika kita belum pernah terjun ke dalam bidang tersebut, kita tak akan benar-benar tau keadaan yang dirasakan orang tersebut. Dan pada akhirnya semua pendapat yang kita utarakan hanya berdasarkan data-data dan mungkin fakta maupun opini yang bahkan kita sendiri tak yakin apakah hal tersebut merupakan kebenaran ataupun bukan.
Walaupun data dan fakta adalah sesuatu yang objektif dan dapat dipercaya, namun apakah hal tersebut cukup dalam menilai sebuah kejadian. Mungkin penjelasan saya agak sulit dipahami, namun di sini saya akan memberikan contoh kisah sederhana
"Bayangkan ada seorang gadis yang bekerja sebagai pelacur, setiap malam dia berkeliaran untuk menjual satu-satunya hal yang dia punya. Namun ketika dini hari dia sampai di rumahnya yang amat sederhana, dia langsung mensucikan dirinya dengan mandi dan bertobat kepada Tuhan YME. Lalu dia memasak dan membangunkan kedua buah hatinya yang masih kecil untuk beribadah, mandi, makan pagi dan mengantarkan anaknya sampai ke sekolahnya dengan penuh rasa kasih sayang. Dia sangat mencintai ke dua buah hatinya. Dia ingin berhenti dari pelacuran, namun dia sadar jiak ia berhenti maka anaknya lah yang akhirnya akan menjadi korban yang paling besar, karena suami yang ia cintai telah tiada"
Dari kisah di atas, saya rasa semua yang saya ungkapkan di awal menjadi lebih mudah dimengerti. Gadis tersebut adalah pelacur, dan sebagai seorang Ibu, melacur adalah contoh yang buruk bagi anaknya. Walau bagaimanapun melacur adalah pekerjaan yang berdosa.
Namun jika kita menyelam lebih jauh, tentang alasan mengapa gadis tersebut melacur, kita jadi mengetahui bahwa Ibu itu memilih hal yang salah, namun untuk kebaikan anaknya. Jadi apa yang dilakukan gadis tersebut adalh suatu pengorbanan untuk anaknya. Apakah hal tersebut tetaplah salah?
Mungkin, banyak orang yang akan berkata "jika kau berusaha, maka akan ada jalan", atau "jika kau benar-benar berhenti, Tuhan pasti akan menolongmu.". Itu bukanah hal yang salah, namun bukanlah hal yang mudah untuk Ibu tersebut memilih hal demikian, karena yang ia pertaruhkan adalah masa depan anaknya
Jadi inti dari semua pembahasan di atas, menurut saya semua hal tersebut sebenarnya sudah jelas. Yang baik dan buruk itu amat jelas bagaikan siang dan malam. Namun kadang seseorang memilih hal yang buruk karena suatu alasan yang memaksanya.
Dan kita memang tak akan pernah bisa objektif dalam menilai sesuatu, sebelum kita pernah merasakan hal yang sama
Namun demikian mengkritik maupun mengomentari bukanlah hal yang salah, namun memaksakan pendapat kita kepada orang lainlah yang merupakan sesuatu yang salah.
Dan website ini dibuat dengan tujuan agar para pembacanya dapat mengerti pola pikir penulis dan dari pola pikir tersebut, semoga dapat sebagai bahan pembelajaran maupun perbandingan bagi pembaca. Namun jika pembaca tak suka dan mengkritik tulisan penulis, maka wawasan penulislah yang akan bertambah
Selamat membaca :D
